TUGAS JURNALISTIK

TRAVEL WRITING GENRE:
GENDER AND IDENTITY STUDY OF INDONESIAN TRAVEL

Perkembangan Genre Travel Writing

penulisan kreatif dikenal beberapa genre baik itu fiksi maupun non fiksi. Karya sastra seperti puisi dan prosa masuk dalam kategori karya sastra fiksi. Begitu pula dengan prosa naratif seperti novel, short story, roman maupun drama juga termasuk dalam kategori genre sastra yang bersifat fiksi. Sedangkan genre sastra non imajinatif meliputi esai, kritik, biografi, autobiografi, memoar hingga catatan harian.Selama ini pembaca lebih mengenal sastra imajiner sehingga karya non fiksi menjadi kurang dikenal sebagai juga bagian dari karya sastra adalah sebuah genre yang belum terlalu familiar bagi penikmat sastra namun cukup populer di kalangan para pelancong, yaitu travel writing. Travel writing sering dipahami secara sederhana sebagai penulisan panduan perjalanan. Padahal, travel writing memiliki makna yang sangat luas. Travel writing masuk dalam kategori genre penulisan kreatif tentang perjalanan non fiksi (travel information, memoir, catatan perjalanan). Karena merupakan penulisan kreatif, maka gaya penulisannya pun beragam, dari yang bergaya jurnalis hingga sastrawi, yang bergaya humor hingga serius, atau bahkan yang bergaya penulisan direktori (tita, 2011:3). Sebuah buku berjudul Travel Writer, istilah bagi penulis travel writing, ditulis oleh Yudasmoro diterbitkan pada tahun 2012. Buku dengan genre serupa juga ditulis oleh Heri Hendrayana Harris atau lebih dikenal di dunia sastra Indonesia sebagai Gol A Gong diterbitkan di tahun yang sama, 2012. 
Travel writing adalah sebuah genre yang menekankan pada dokumentasi dengan gaya sastra hingga jurnalistik yang sesekali narasinya mengandung unsur humor maupun keseriusan. Travel writing kerap diasosiasikan dengan pariwisata karena konten nya yang memberikan gambaran maupun review bagi pembaca yang hendak melakukan perjalanan. Di sisi lain, istilah travel journal juga berkaitan dengan pariwisata, namun umumnya diterbitkan di media cetak maupun online di website ataupun blog penulisnya.Travelogue adalah istilah lain untuk menamai travel writing. Travelogue umumnya tidak menyertakan waktu kapan penulisnya melakukan perjalanan. Semua istilah yang disebutkan di atas sebenarnya mengacu pada genre yang sama hanya strukturnya saja yang sedikit berbeda Travel writing sebenarnya sudah cukup lama muncul di negara-negara barat. Sebuah buku  berjudul The Best American Travel Writing telah diterbitkan sejak tahun 2000. The Best American Travel Writing yang diterbitkan setiap tahun berisi sekumpulan kisah para pelancong yang berkeliling dunia dan menyusunnya dalam sebuah tulisan. Sumber lain berjudul Go Your Own Way; women travel the world solo terbitan tahun 2007 juga berisi kisah-kisah perjalanan para pelancong wanita ke berbagai belahan dunia. Namun demikian, jauh sebelum itu pada abad 17, ada salah satu kisah menarik di sastra Inggris tentang perjalanan seorang pria bernama Robinson Crusoe yang terdampar di sebuah kepulauan seorang diri dimana ia harus bertahan untuk tetap hidup. Cerita yang ditulis oleh Daniel Defoe tersebut berdasarkan kisah nyata seorang pelaut dari Skotlandia bernama Alexander Selkirk. Kisah ini pula yang akhirnya banyak menginspirasi para penulis yang mengangkat kisah perjalanan tokohnya. Bagaimana dengan di Indonesia? Yudasmoro menyatakan bahwa perkembangan travel writing di Indonesia telah dimulai sekitar 1980-an. Adalah seorang Norman Edwin, seorang pecinta alam sekaligus wartawan yang mendokumentasikan kisah-kisah perjalanannya melalui karya tulisan di media cetak. Pada awal tahun 1990-an, seorang penulis Indonesia menerbitkan karyanya berjudul Perjalanan Asia Travel Writing. Buku tersebut memuat kisah perjalanan sang penulis, Hendrayana Harris atau lebih dikenal dengan nama Gol a Gong. Dari sekian karya yang diterbitkan sejak 1993, tulisan-tulisan Gol a Gong mulai diminati pembaca pada awal tahun 2000-an. Pada masa itu, seperti telah disebutkan di atas, seiring dengan tren traveling yang mulai digemari, banyak buku-buku bergenre travel writing yang mulai terbit dan tersedia di toko-toko buku. Bahkan, versi online nya pun tidak sepi pengunjung. Sebut saja The Naked Traveler the series yang terbit pertama pada 2007, Tales from the Road yang ditulis oleh Matatita terbit pada tahun 2009 dan mulai menghiasi toko-toko bukuternama terutama di Yogyakarta, Semarang dan Solo. Setahun kemudian, Selimut Debu oleh Wibowo yang menceritakan perjalanan di Afghanistan juga kian diminati oleh pembacanya. Beberapa karya The Gong Traveling; Perjalanan Asia Ala Sang Travel-Writer Legendaris terbitan 2011 juga mewarnai tren traveling hingga 2013. Sebut saja serial The Naked Traveler oleh Trinity (2011),Shocking Japan: Sisi lain Jepang yang Mengejutkan oleh Junanto Herdiawan (2012), The Gong Traveling; Perjalanan Asia Ala Sang Travel-Writer Legendaris terbitan tahun 2012, dan The Road to Persia milik Afifah Ahmad (2013).Semakin banyaknya karya bergenre travel writing terbit di pasaran khususnya sejak tahun 2000-an menunjukan kecenderungan traveling menjadi sebuah kebutuhan bukan lagi pengisi waktu libur. Para penulisnya, disebut juga dengan istilah travel writer adalah mereka yang mendedikasikankemampuannya untuk mengungkap cerita-cerita tentang esensi dari sebuah perjalanan tidak hanya sekedar berbagi cerita dalam sebuah buku harian (Yudasmoro, 2012:16).
Travel Writers Indonesia
Dalam terjemahannya, travel writer dapat diartikan sebagai penulis perjalanan, penulis wisata atau jurnalis travel. Seperti telah disebutkan pada bab sebelumnya, konteks travel writer dapat dijabarkan menjadi bermacam-macam implementasi. Ada travel writer yang menulis buku seperti fokus dari penelitian ini, ada yang menulis untuk media masa baik itu cetak maupun online. Implementasi yang lain adalah penulis yang merangkap sekaligus blogger. Profesi ini tidak membutuhkan pendidikan jurnalistik formal, faktanya kebanyakan dari para penulis karya travel writing berawal dari melampiaskan hobi, penulis lepas, hingga akhirnya benar-benar menjadi travel writer profesional. Meskipun demikian, apapun orientasi awal dari para travel writer tersebut, pada akhirnya harus bersentuhan langsung dengan jurnalistik. Sehingga pada akhirnya pula sebuah karya travel writing membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar, bahwa ada pembaca di luar sana yang akan membaca karya-karyanya, mengapresiasi karya mereka, oleh karena itu seorang travel writer dituntut memiliki visi, kemampuan teknis, resiko deadline dari penerbitnya dan persoalan teknis lainnya. 

Siapa sajakah travel writer Indonesia? Dengan perkembangan yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya tentang genre travel writing, dapatkah dikatakan jumlah penulis perjalanan atau jurnalis wisata semakin banyak bermunculan? 

Nama-nama seperti Matatita, Trinity, Valiant Budi, Junanto Herdiawan, Gol a Gong, Asma Nadia, dan lain lain adalah beberapa travel writers yang telah memiliki pembaca fanatik pada genre travel writing. Meskipun para travel writer tersebut mengunjungi dan menceritakan negara/ kota atau lokasi yang sama, kisahnya selalu diwarnai nuansa yang berbeda. Setiap penulis perjalanan memiliki karakteristiknya sendiri dalam merangkai cerita. Tidak menutup kemungkinan apabila pembaca mengkonsumsi karya travel writing karena ia membutuhkan gambaran tentang sebuah negara/ kota yang hendak dituju. Secara otomatis hal inilah yang membedakan antara travel writing dengan travel guide. Travel guide berisi informasi tentang petunjuk lokasi geografi, tujuan wisata, bahkan rencana perjalanan. Travel Guide atau panduan perjalanan biasanya terdiri dari 5 hal: informasi transportasi, informasi penginapan, rekomendasi tempat makan, waktu yang baik untuk mengunjungi lokasi, dan apa saja yang dapat dikerjakan di lokasi. Secara umum, genre ini memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi tentang daerah yang akan dituju. Sedangkan travel writing tidak melulu tentang destinasi, pantai yang indah ataupun matahari terbit yang cantik di suatu pegunungan tertentu. Genre ini dapat menceritakan tentang pengrajin wayang kulit, sanggar kesenian, penarik becak, warung makan, atau bersosialisasi dengan tokoh budaya/ seni lokal (Yudasmoro, 2012:20). 
Karakteristik lain, tidak jarang pula sebuah karya travel writing menceritakan pengalaman buruk penulisnya seperti menghadapi calo, preman, transportasi yang buruk, penginapan yang tidak manusiawi dan lain sebagainya. Baik itu travel guide maupun travel writing sama-sama bertujuan membantu pembacanya agar lebih siap sebelum melakukan perjalanan sehingga bisa meminimalkan efek benturan budaya yang tak terduga terjadi di lokasi. Apabila perbedaan antara karya bergenre travel writing dengan travel guide cukup jelas, lalu apa yang membedakan antara travel writer atau penulis perjalanan yang satu dengan penulis yang lain? Pada paragraf selanjutnya akan dijelaskan tentang beberapa travel writers Indonesia dan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya baik itu penulis perjalanan pria maupun wanita. Terdapat banyak kesamaan dalam hal pemilihan tema dari penulis perjalanan pria ataupun wanita. Tema-tema seperti masyarakat dan budaya lokal, kebiasaan masyarakat lokal, sejarah suatu tempat/ bangsa, kuliner, hingga transportasi umum adalah tema yang sering muncul dalam tulisan bergenre travel writing. Dalam kisah Travel Writer, being traveler, being writer Gol a Gong banyak menceritakan tentang kondisi alam serta bangunan-bangunan yang ada di suatu tempat. Bagaimana masyarakat berinteraksi, berperilaku juga menjadi fokus tulisannya. Vietnam dalam 15 Hari di sisi lain mengekspose tentang wisata kuliner dan sistem transportasi negara-negara yang di kunjungi. Pada beberapa halaman penulis memberikan tips perjalanan bagi para pembacanya yang ingin melakukan perjalanan ke Vietnam. Berikutnya sistem kerja suatu negara, budaya kerja, gambaran tenaga kerja Indonesia di luar negeri adalah fokus utama dari kisah perjalanan Valiant Budi dalam Kedai 1000 Mimpi. Pembaca seolah disuguhkan tentang sebuah realita kehidupan di Istanbul, Turki yang secara apik dinarasikan oleh penulisnya. Shocking Japan adalah sebuah karya Junanto yang sangat lengkap mendeskripsikan seperti apa negara Jepang itu meskipun dia lebih fokus pada kota Tokyo. Karakteristik orang Jepang, ritual dan upacara-upacara yang mereka jalani, tradisi lokal masyarakatnya yang unik tak luput dari pencermatan penulis. Penulis menarasikan kisah perjalanannya dengan memadukan informasi yang ia dapatkan dengan pengalaman yang ia alami sendiri. Egyptology (Mesir bukan Hanya tentang Nabi Musa, Fir‟aun, dan Cleopatra) adalah satu dari sekian karya travel writing yang hanya fokus pada satu negara saja, yaitu Mesir. Satari melukiskan negara Mesir secara details seperti ikon-ikon yang ada di kota-kota Mesir, bangunan-bangunan yang kental nuansa sejarah, dan arsitektur bangunan yang banyak meninggalkan kisah dari masa lampau. Satu diantara tema yang selalu menjadi fokus setiap penulis travel writing adalah masyarakat lokal dan karakteristiknya serta sistem transportasi yang ada di negara tersebut. Dalam referensi lain disebutkan bahwa kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari sistem transportasi yang ada, sebab seberapa maju sistem yang ada di suatu negara sangat berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan warganya. Seperti telah disebutkan di atas, penulis pria ataupun penulis wanita mungkin mengunjungi negara/ obyek wisata yang sama, namun tema tulisan tidaklah selalu serupa. Sebagai contoh, Trinity melalui serial The Naked Traveler menarasikan karya travel writing nya dengan fokus pada beberapa topik diantaranya airport, kuliner, dan kegiatan masyarakat lokal. Trinity dalam serial The Naked Traveler nya memiliki kecenderungan untuk menulis tentang sejarah dan warisan suatu bangsa. Secara umum tidak semua hal indah yang dijumpai dalam perjalanan diceritakan di travel writing, secara khusus Trinity lebih memilih menggambarkan permasalahan selama melakukan perjalanan sehingga terkesan natural bagi pembacanya. Di sisi lain, Matatita dalam karyanya diantaranya Tales from the Road, UK TRIP Smart and Fun tidak pernah lupa menulis tentang sungai-sungai di negara yang ia kunjungi. Matatita juga menggambarkan tentang budaya dan sistem komunikasi di obyek-obyek lokasi tertentu, di bagian cerita yang lain si penulis mendeskripsikan perayaan hari-hari besar dan ritual-ritual yang dilakoni masyarakat lokal. Beberapa kisah yang menunjukan kemiripan topik antara Matatita dengan Trinity adalah kedua penulis sama-sama menggambarkan pengalaman buruk mereka selama perjalanan. Lain Matatita atau Trinity, lain pula Asma Nadia. Penulis berhijab ini banyak mengisahkan tentang karakteristik masyarakat lokal, transportasi lokal, dan deskripsi rinci tentang negara yang ia kunjungi. Asma Nadia juga melengkapi tulisannya dengan beberapa kosa kata bahasa lokal yang dapat membantu pembacanya apabila berada di sana. Sementara itu, Afifah Ahmad, penulis The Road to Persia Menelusuri Keindahan Iran yang belum Terungkap, memiliki ciri khas tulisan yang sedikit berbeda dari travel writers sebelumnya. Sejarah dan bangunan-bangunannya, seni dan arsitektur, serta pengalaman spiritual menjadi ruh dalam tulisannya. Dipilihnya negara Iran sebagai lokasi kisah memungkinkan penulisnya untuk menjelajah lebih dalam tentang sejarah, seni, arsitektur dan pengalaman religius di negara tersebut. Sebagai simpulan sementara tentang travel writers pria dan wanita, dalam hal eksplorasi tema masyarakat dan budaya lokal, penulis travel writing pria cenderung memilih tema yang secara umum tidak banyak berbeda. Demikian pula dengan tema sejarah atau transportasi umum, beberapa penulis pria lebih banyak membahas hal-hal seputar negara/ kota dengan segala permasalahannya dari pada tema hiburannya sendiri. Karakteristik lain dapat dilihat melalui respon mereka ketika berkomunikasi dengan masyarakat lokal ataupun reaksi ketika mengalami masalah di suatu tempat. Penulis travel writing wanita lebih ekspresif melukiskan situasinya, sedangkan penulis pria selalu melihat dari sudut yang berbeda. Tentu masih banyak karakteristik lain yang menunjukan identitas penulis travel writing baik itu pria maupun wanita. Dalam hal ini merupakan suatu bentuk yang dinamakan sebuah sejarah pengalaman religius di negara tersebut. Hal tersebut terdapat identitasnya ialah:

Identitas dan Isu Gender Pada Karya Travel Writing
Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai bagaimana identitas penulis travel writing terbentuk dari karya-karyanya serta isu gender apa yang diangkat oleh travel writer melalui tulisannya. Siegel (2004) menyebutkan … travel writing generally treats a finite period of time – a few days, a few weeks, a few years – rather than an entire lifetime… the writer in a performative way, constructs identity. Whether they record the collision of their identity with a new culture or not, travel necessarily brings a change. Dapat disimpulkan dari teori Siegel bahwa identitas penulis menjadi terbentuk ketika ia mulai menarasikan kisah perjalanannya dalam travel writing. Kisah perjalanan dalam tempo waktu berhari-hari atau berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun akan secara otomatis membentuk kepribadian penulisnya. Sebagai contoh, ketika Trinity berada di Afrika Selatan, ia mempelajari karakter masyarakat di sana, seperti sebuah peribahasa when you are in Rome, do as a Rome. Siegel menyatakan bahwa ketika kita bepergian ke daerah yang baru dan mencoba menceritakan pengalaman tersebut, maka yang muncul adalah sebuah narasi versi penulis sebagai seorang penulis bukan lagi sebagai orang yang pernah menetap di negara tertentu. Bagi sebagian travel writer, sebuah identitas akan tampak jelas ketika berada di suatu negara dan mereka menemukan situasi yang sama dengan negara dari mana ia berasal. Isu gender mengisyaratkan sebuah pertanyaan apakah melalui karya-karya travel writing,

Daya imajinasinya untuk melengkapi persepsi yang dialamatkan pada si tokoh wanita. Dalam bab cerita berjudul bahasa kotor dan penari tiang, Valiant juga mencontohkan beberapa kata-kata umpatan yang subyeknya adalah wanita. Isu gender pada genre travel writing sesekali muncul tergantung situasi yang dialami oleh penulis karya travel writing. 

#Egyptology, Mesir bukan hanya tentang Nabi Musa, Firaun, dan Cleopatra adalah sebuah karya Travel Writing berlatar belakang Timur Tengah karya Rashid Satari, salah satu travel writerpria Indonesia. Namun demikian, tidak ada satu bab pun yang menarasikan khusus tentang wanita. Salah satu bab berjudul Ketika Osama Menikah menjadikan tokoh Osama dan wanitanya sebagai fokus cerita. Setiap penulis karya genre travel writing baik itu pria maupun wanita memiliki karakteristik tulisan yang mencerminkan identitas penulisnya. Identitas tersebut terefleksi melalui narasi cerita dalam sub bab – sub bab sehingga membentuk kepribadian yang entah ketika bersinggungan dengan budaya di tempat baru mampu menyesuaikan diri ataukah tidak. Melalui sub bab – sub bab yang sama, karya-karya travel writing yang disusun oleh travel writer pria maupun wanita dapat diidentifikasi tentang isu gender yang diangkat dalam cerita mereka seperti beberapa kutipan di atas. Ada tidaknya identitas terefleksi dari kisah perjalanan travel writer atau isu gender dalam narasi cerita, seperti pendapat Siegel bahwa sejatinya perjalanan para penulis travel writing tentunya membawa perubahan bagi si travel writer. Dalam tersebut terdapatnya di indonesia ialah travel perjalanan feature pantai klayar. terletak di Pacitan,terletak di sisi selatan Jawa Timur dan berbatasan dengan Wonogiri di Jawa Tengah.

Tepatnya berada di desa kalak, kecamatan Donorojo, kabupaten Pacitan

Jaraknya sekitar 40 km ke arah barat dari kota Pacitan.                          

Pantai ini masih segaris dengan pantai Teleng Ria yg sudah di kelola sebagai tempat wisata 2 tahun yang lalu tepatnya saya beserta keluarga pacar saya pergi mengunjungi pantai Klayar ini, sesampainya disana saya sangat terpesona dengan keindahan alam serta warna biru laut yang menyejukkan mata.

Pantai Klayar ini juga mempunyai patung singa berkepala manusia atau biasa disebut dengan patung Spinx yang pada aslinya patung Spinx ini terletak di Mesir. Namun bedanya patung Spinx di Klayar terbentuk dari karang raksasa. Selain patung Spinx, Klayar juga memiliki seruling laut dan konon kabarnya, seruling laut di Klayar ini pernah memakan korban jiwa. Maka dari itu setiap wisatawan yang berkunjung kesana selalu di beri peringatan harus menjauhi wilayah seruling laut dalam jarak kurang lebihnya 10m. Setelah menempuh beberapa waktu, akhirnya penunjuk jalan menginformasikan bahwa kami sudah mendekati kawasan Pantai Klayar. Pemandangan di depan saya mengisyaratkan bahwa memang perjalanan kami sebentar lagi sudah meraih tujuannya.

Hutan lebat yang tadinya setia menemani kami, kini sudah berganti menjadi langit luas, dengan pohon-pohon kelapa menghiasi. Tikungan tajam ada di setiap sepuluh detik perjalanan kami, ditutup dengan turunan lurus yang menjulang cukup curam, dan dari balik jalan itu terbentanglah pemandangan maha karya yang membuat saya dan tim terbelalak.Pantai Klayar membentang begitu anggunnya, dipadu dengan pahatan ka-rang dan bebatuan yang nyaris sempurna. Pasir putih bersih diterpa gulungan ombak yang perkasa. Walaupun masih di dalam mobil, adrenalin saya terpacu, dan tanpa sadar saya mengembangkan senyum.Seketika semangat untuk men-jelajahi pantai ini muncul tanpa di-undang. Pak Wawan memarkirkan ken-daraan, mencari tempat yang teduh agar bisa mengistirahatkan mobil dari teriknya matahari, siang itu. Entah kenapa melihat pantai ini, saya merasa menjadi anak kecil lagi. Keinginan untuk bermain dan menghabiskan waktu di pantai ini seolah tak terbendung.

Walaupun perjalanan masih belum meraih titik akhirnya, Klayar dapat dengan mudah membuat saya jatuh hati. Di sekeliling Klayar, tidak tersedia penginapan atau restoran mewah. Yang ada, hanya kamar mandi umum dan warung-warung makanan sederhana.Klayar memang tidak pernah ramai. Seramai-ramainya pantai ini, hanya ada sekitar 50 orang yang mendatanginya. Mungkin karena aksesnya dan tidak adanya akomodasi yang memadai, membuat orang enggan meng-habiskan ha-rinya ter-lalu lama. Kebalikan dengan saya, melihat keadaan pantai yang begitu menggiurkan, saya malah ingin menetap selama mungkin. Saya sudah berkunjung wisata pantai klayar tersebut yang jadi kenangan saya terdapat momen memory foto di pantai klayar tersebut.

Pesisir pantai selatan memang mengasikan hamparan pasir putih, ditambah suara gemuruh angin dan gelegar ombak yang menghantam sisi- sisi karang menjadi pemandangan yang siap memanjkan mata bagi pengunjung yang melihatnya. Pemandangan yang jarang ditemui dipantai – pantai lainnya. Selain menawarkan keindahan pantai dan batu- batu karangnya, berada disebelah barat pantai. Terdapat sebuah batu karang yang menjorok ke laut dengan lobang besar tepat ditengah- tengahnya yang oleh warga sekitar. Yang selebihnya pantai klayar terlihat indah di pemandangan atas tangga pantai tersebut dalam foto 

Pantai Klayar adalah teluk kecil yang sisi-sisinya dibatasi tebing-tebing karang, dan mirip seperti Pantai Karma Kandara. Jika kamu ingin berkunjung ke pantai ini, dari kota Pacitan kamu bisa menempuh perjalanan menggunakan motor selama kurang lebih 3 jam , sedangkan jika dari Yogyakarta, kamu bisa lewat jalan tembus dengan 3 jam perjalanan.

Pasirputih, laut yang jernih dan gugusan karang di sekitar pantai, salah satu daya tarik pantai Klayar. Banyak cerita misteri di pantai ini. Dari kemujuran hidup hingga panjang umur. Berikut cerita detailnya: Alamnya. Entah, pusaka milik siapa,”akunya sambil tersenyum. 

Mitosnya lagi, jika seseorang bisa mendengarkan suara seruling secara terus menerus hingga orang tersebut bisa merangkainya dalam bentuk nada. Orang tersebut akan mendapatkan ketentraman batin dan hidupnya bakalan mujur.Jika kamu pergi ke Pantai Klayar, kamu bisa mengabadikan moment yang indah di pantai ini dan jangan lupa untuk mempromosikannya pada teman-teman yang lain agar Pantai Klayar menjadi tempat wisata terkenal sebagaimana tempat-tempat wisata yang lain.

Menikmati keindahan alam wisata kita, sungguh tiada kata menyesal jika telapak kaki membekas dipasir putih yang lembut. Menghirup udara segar seakan memancarkan kebahagian yang tiada kata sementara untuk melepas lelah .

PARAFRASAKAN PUISI

​MEMPARAFRASAKAN PUISI MENJADI PROSA
Pengertian Puisi

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang bentuknya tidak sama dengan prosa atau karangan biasa. Puisi terbagi ke dalam larik – larik atau bait . Pada puisi banyak terdapat kata – kata yang bermakna kias atau konotasi . Oleh karena itu isi atau tema puisi biasanya tersirat.
B. Ketentuan cara memparafrasakan puisi menjadi prosa

Bacalah atau dengarkan pembacaan puisi dengan saksama 

Pahami isi kandungan puisi secara utuh 

Jelaskan kata- kata kias atau ungkapan yang terdapat dalam puisi

Uraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk prosa dengan menggunakan kalimat sendiri.

Sampaikan secara lisan atau dibacakan .
Misalnya :
Menyesal

Pagiku hilang sudah melayang 

Hari mudaku sudah pergi 

Sekarang petang datang membayang 

Batang usaiku sudah tinggi
Aku lalau dihari pagi

Beta lengah dimasa muda

Kini hidup meracun hati

Miskin ilmu , miskin harta

Ah….. Apa guna kusesalkan

Menyesal tua tiada berguna 

Hanya menambah luka sukma 
Kupada yang muda kuharpkan 

Atur barisan dihari pagi

Menuju ke rah padang bakti
Setelah kita mendengarkan pembacaan puisi tersebut dapat kita parafrasa sebagai berikut :

Puis “menyesal” karya ali Hasyim menghisahkan seseorang yang menyesal masa mudanya tidak dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya . Ia lalai dengan lengah .kini dihari tuanya ia merasa miskin ilmu, miskin harta (tidak berilmu dan tidak mempunyai harta apa – apa).ia merasa tidak ada guna menyesali diri .akan tetapi , ia tidak berhenti dalam sesalnya . Ia bangkit mengajak generasi muda :atur barisan di hari pagi , menuju ke arah padang bakti.
Tugas Mandiri
Puisi dibawah tersebut silahkan kalian kerjakan dengan memparafrasakan puisi yang   tepat!
SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi 

Kau depanku bertundung surya senja

Di hitam matamu kembang mawar dan melati 

Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi,malam dalam mendoa tiba 

Meriak muka air kolam jiwa

Dan dalam dadaku memerdu lagu

Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku , pintu terbuka

Selama matamu bagiku menengadah

Selama kau darah mengalir dari luka

Antara kita mati datang tidak memblah…. (chairi Anwar )

DESI ANWARI WANITA YANG HEBAT…

​Hidup sederhana merupakan perenungan dan pemikiran yang dihimpun oleh desi anwar dari pengalamannya, kenangan waktu kecil, pandangan hiduonya, serta kebiasaan yang dilakukan dalam menyiasasti kerumitan hidup sehari hari. Hal-hal yang biasa seperti mensyukuri alam. Sebagai manusia semua pandai membuat hidup dengan harapan, kecemasan, dan ketakutan. Suatu saat akan mencemaskan masa depan dan kemudian mengabaikan masa kini mencari kepuasan dalam kebendaan dan kebahagian dalam angan-angan.selaian berpofesi sebagai seorang jurnalis, desi memiliki hobi fotografi dan jalan-jalan. Sehingga hobi yang dimilki ia tuangkan dalam buku bertajuk A Romantic Journey: Netbook of A Traveller.
Desi menjadi salah satu anak muda yang mendapat kesempatan untuk berkarier dalam dunia televisi pada era 90-an dan berusaha untuk menyuguhkan acara berita yang berbeda. Bidang program berita televisi di indonesia desi anwar memiliki bakat pionir. Ia menjadi TV news anchor live dalam acara berita di RCTI, seperti seputar Indonesia, Nuansa pagi, Buletin siang dan Buletin malam.

Pada tahun ‘90, Rcti baru lahir dan saya kebetulan berawalan memulai isi dalam bidang program berita yang berbeda dari TVRI, program berita RCTI berusaha mempersembahkan berita yang tak hanya berfokus pada soal aktivitas pemerintah, namun membawa berita kehidupan manusia, kejadian, fenomena dan lain-lain. Menurut desi, menjadi seorang jurnalis, ia berusaha untuk tertarik pada semua hal. Sebab baginya sangat penting untuk berjalan dan memahami segala yang terjadi di sekitar tidak sekadar aspek sosial,sejarah,politik,dan ekonomi, tetapi tren terbaru. “seorang reporter orang harus bisa fleksibel. Dan dia juga harus bisa tahan banting. Karena kejadian bisakapan saja terjadi. Desi mengatakan bahwa menjadi seorang repoter dibutuhkan rasa penasaran yang tinggi,sehingga terus berlajar untuk memahami segala situasi yang tengah diliputinya.

   

Hingga kini, desi telah mewawancari berbagai orang ternama baik dari indonesia maupun tokoh dunia. Sebut saja Perdana Menteri Benazir Bhutto. Selain berkaris di METRO TV ia juga merupakan co-founder astaga.com, portal web pertama di indonesia sebelum bergabung dengan Metro Tv sebagai konsultan dan trainer ketika stasiun berita pertama itu ditayangkan pada tahun 2000. Desi menjadi tuan rumah talkshow mingguan tentang politik ‘ Dialog hari ini’ isu-isu ekonomi’ tantanagan ekonomi’ dan berita ingrris ‘ Metro pagi ini. dan kerap mengisi kolom di majalah tempo serta the jakarta globe.pres di indonesia dimulai sejak perjuangan para pahlawan melawan penjajahan dalam merebut kemerdekaan indonesia.pengalamannya di dunia jurnalistik cukup komplit. Desi memilki pengalaman sebagai GM pemasaran dan pengembangan bisnis, memproduksi TV Talkshow advertorial,iklan TV dan penempatan kreatif untuk klien selain itu, desi juga menjadi kolumnis reguler the jakarta globe dan mainichi shimbun. Ia juga pernah tercatata sebagai kontributor majalah Tempo English dan The Jakarta Post.kini ia bergabung sebagai jurnalis di CNN Indonesia yang resmi mengudara pada 17 agustus 2015, tepat dengan hari kemerdekaan indonesia yang ke 70-. Desi menjadi tuan rumah program harian, Insight dengan Desi Anwar, ditayangkan senin-minggu pukul 18:00- 19:00. Semua ini tidak lepas dari peran penting dari tokoh- tokoh pres jaman itu. Desi anwar lahir di bandung, jawa barat 11 desember 1962 umur 54 tahun adalah seorang presenter berita terkemuka di indonesia. Desi anwar lahir dari pasangan khaidir anwar dan wahidar yang berasal dari minangkabau. Ayahnya berasal dari Lintau Buo, Tanah Datar sedangkan dari ibunya dari VII Koto Talago, Lima Puluh Kota kedua orang tuanya berprofesi sebagai akademis dan ilmuwan. Ayahnya seorang ahli sosiolinguistik dan pernah mengajar selama 20 tahun di Universitas London, Inggris. Selama massa Desi Anwar terkenal sebagai pembawa acara berita RCTI, Metro Tv, CNN Indonesia, dan Trans Tv memperoleh penghargaan diantaranya:

Tabloid Citra, Pembawa acara berita terbaik (1994-1997)

Panasonic Award, Pembawa acara berita terbaik (1997 dan 1998)

Asian Television Awards, Kandidat Pemabawa acara berita terbaik (1998)

Karir politik yang telah menjadi sebuah pengalaman dan penghargaan bagi Desi Anwar yaitu :

Senior journalist and Talk Show Host PT Media Televisi Indonesia (Metro TV) 2010-2015)

Head of Marketing dan Biz Devpt.Pt Media Televisi Indonesia (Metro TV) 2005-2010.

Co-Founder and Executive Producer, Deputy News Director RCTI (1999-2000)

Anchor, Excutive Producer, Deputy News Director RCTI (1990-1999)

Senior Anchor and Director CNN Indonesia (2015-2016)

Kolumnis Reguler Mingguan The jakarta Globe (2008-2016).

​PELAJARAN BAHASA INDONESIAILMU BERBAGAI PENGETAHUAN BAHASA INDONESIA

Definisi Paragraf Deskripsi

Standar Kompetensi : 4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, eksposisi)

Kompetensi Dasar : 4.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskripsi
MATERI 

Pengertian Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu tempat, keadaan atau suatu benda sehingga pembaca menikmati gambaran itu dengan jelas. Pembaca seolah – olah melihat,mendengar,merasa, mengalami sendiri yang dialami penulis.paragraf ini bertujuan untuk menjelaskan suatu topik yang berupa objek atau benda kepada pembacanya dengan sangat jelas, sehingga seolah- olah pebaca tersebut merasakan, atau mengalami sendiri apa yang mereka baca.

Paragraf deskpritif menjelaskan aspek -aspek yang bisa diterima oleh panca indera manusia seperti bentuk, warna, rasa , maupun keadaan suatu objek yang didiskusikan dalam paragraf tersebut . Misalnya : Paragraf Deskripsi

“ Musim kemarau yang panjang dan kering tahun ini merupakan bencana bagi daerah kami. Sungai yang mengalir ditengah desa kini kering kerontang. Bahkan sumurpun banyak yang tidak berair lagi. Tsmpsk berdesak – desakan orang menunggu giliran menimba air disumur pak lurah, yang satu – satunya tidak kering. Sawah dan ladang seperti hangus oleh terik matahari. Tanah pecah berbongkah – bongkah, tanaman hampir tiada yang hijau. Rumput kering kecoklatan – coklatan terhampar mati. Beberspa doma kurus . Ternah lain tidak tampak sapi, kerbau, kuda dan kambing sudah sebulan ini diungsikan ke daerah yang sungainya masih mengalir”

Ciri – ciri Paragraf Deskripsi :

Menggunakan kata – kata yang eksprsif artinya kata- kata dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengarkan dicium atau dirasakan oleh penulis sendiri.

Mengambarkan suasana alam sekitar dan perasaan tokoh secara rinci dan mendetail

Bersifat informatif (memberitahukan keadaan, suasana seolah olah pembaca merasakan sendiri).

Jenis – Jenis Paragraf Deskripsi :

Paragraf deskripsi dikelompokan menjadi tiga jenis paragraf, yaitu 

Paragraf deskripsi spatial

Merupakan paragraf yang topiknya berupa ruang dan tempat. Paragraf ini mendeskripsikan suatu ruang atau tempat dengan sangat jelas kepada para pembacanya.
Paragraf Deksripsi Objektif

Merupakan yang memiliki makna dalam objektifnya ialah apa adanya atau sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu, paragraf ini menggambarkan suatu objek dengan sesuai kenyataan tanpa adanya opini atau kesan pribadi seorang penulis.
Paragraf Deskripsi Subjektif

Merupakan memiliki gambaran suatu objek berdasarkan apa yang dirasakan, dilihat oleh penulis itu sendiri. Dengan kata lain, menulis menuangkan opini- opini pribadi tentang keadaan suatu benda atau objek tersebut.
LATIHAN SOAL 

Apakah yang dimaksud paragraf Deskripsi ?

Buatlah paragraf deskripsi berdasarkan jenis jenis yang terbagi menjadi tiga jenis paragraf deskripsi dengan ketentuan memilih salah satunya ?

Sebutkan ciri- ciri paragraf deskripsi?

Kirim jawaban dari soal diatas ke email saya : avy.naimah28@gmail.com

Proses pembelajaran aktif 

​RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN

1 SATUAN PENDIDIKAN SMA

2 KELAS X

3 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

4 ALOKASI WAKTU 45 MENIT (1 KALI PERTEMUAN)

5 BENTUK PEMBELAJARAN CERAMAH/PRAKTIK

Minggu ke- Kompetensi Inti  :

Memahami struktur isi dan ciri bahasa sesuai dengan teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan  Membandingkan teks anekdot dari berbagai media baik secara lisan maupun tulis
Kompetensi Dasar

Indikator :

1. Menunjukkan persamaan dan perbedaan struktur isi teks anekdot

2.Dapat menyusun teks anekdot berdasarkan struktur isi dan ciri bahasa yang benar

3. Dapat memproduksi teks anekdot          

Materi Ajar :

1. Persamaan/perbedaan struktur isi dan ciri bahasa teka anekdot dari berbagai media 

2.Langkah- langkah  menyusun  teks anekdot (mengamati, menemukan topik, mengembangkan sesuai dengna struktur isi dan ciri bahasa) yang benar

Waktu (menit) :

2×45 menit (1 kali pertemuan)

Media dan alat belajar (beri tanda centang)

Teks :v

Handout/ power point :

Animasi/Simulasi :

Audio/video : v

Soal-tugas :v

Web/ onlinemedia :v

 

Metode pembelajaran (pendekatan strategi teknik) :

Pendekatan Scientifik            Strategi: Praktik, penugasan         Metode: Diskusi, Tanya-jawab

Guru :

1. Guru sebagai fasilitator yang menjelaskan struktur dalam teks anekdot .

 2. Guru memberikan satu teks anekdot untuk mengarahkan peserta didik  menyusun tes anekdot yang sesuai .
3. Guru menampilkan contoh contoh teks anekdot .

Aktivitas 

siswa :

 Pendahuluan: peserta didik merespon saran guru dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya; peserta didik menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, dan langkah-langkah pembelajaran           

  b. Inti: Peserta didik memperhatikan contoh teks anekdot yang diberikan oleh guru.

  Penutup:  Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran; peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan ; peserta didik dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya

          

Penilaian :

  a   Tugas: Peserta didik diminta brdiskusi untuk memahami persamaan dan perbedaan teks anekdot dari berbagai media 

Observasi: Guru mengamati kegiatan peserta didik dalam proses memahami teks anekdot.

    Portofolio: Guru menilai laporan peserta didik tentang persamaan dan perbedaan teks anekdot dari 

Tes tertulis: Guru mrnilai kemampuan peserta didik dalam memahami, menerapkan, dan memproduksi teks anekdot sesuai dengan karakteristik teks anekdot baik secar lisan maupun tulisan

Sumber Ajar

a. Budi, Adi Andi, dkk. 2009. Aktif Berbahasa Indonesia untuk Kelas X SMA/MA Program IPS.Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional .       B. Media cetak, media elektronik,  radio, televisi, youtube  .KBBI.Ramlan .1987.Kelas Kata

“tentang kutipan – kutipan menggunakan yang benar dan tepat”

​MENGGUNAKAN KUTIPAN YANG BAIK DAN TEPAT
Pengertian kutipan

Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang baik yang terdapat dalam buku, artikel, makalah,atau media lainnya.hanya saja perlu diingat bahwa kutipan yang diambil tidak terlalu panjang,tetapi sperlunya saja agar tidak merusak atau menganggu uraian yang sebenarnya.
B. Jenis kutipan

Kutipan dibedakan menjadi atas dua jenis yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung . Langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengutip secara lengkap kata-kata dan kalimat – kalimat dari sebuah teks asli atau ucapan asli (yang direkam).sementara itu , kutipan tidak langsung adalah kutipan atau pinjaman pendapat seseorang berupa inti sari atau ikthisar pendapat seseorang berupa inti sari atau ikhtisar pendapat atau uraian tersebut.
C. Cara – cara mengutip 

Supaya kutipan dapat dipahami dengan baik dan jelas, perhatikan cara – cara mengutip berikut ini :

Kutipan langsung tidak lebih dari empat baris

Kutipan tersebut digabungkan langsung dengan teks

Jarak antar baris dua spasi (seprti teks lain)

Kutipan diapit dengan tanda kutip dua dan

Sesudah kutipan selesai dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang,tahun terbit,dan nomor halaman sumber kutipan, atau diberi nomor urut (setengah spasi ke atas) sebagai petanda pertalian dengan catatan kaki.

Misalnya :
……………………………………………………………………………

Banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam memahami sebuah puisi, sperti makna kata, lambang,situasi , rima, dan irama. Teeuw (1980 : 23) mengatakan “soal irama sebenarnya memerlukan studi yang khas karena belum ada suatu yang tahan uji secara ilmiah, soal irama dalam bahasa indonesia.”
kutipan langsung yang lebih dari empat baris 

Apabila pinjam pendapat itu lebih dari empat baris, penulisnya mengikuti ketentuan berikut:

Kutipan itu dipisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi

Jarak antar baris kutipan satu spasi

Kutipan boleh atau tidak diapit tandak petik

Sesudah kutipan selesai dalam tanda kurung ditempatkan nama singkat pengarang,tahun terbit ,dan halaman sumber kutipan atau diberi nomor urut (setengah spasi ke atas )dan 

Seluruh kutipan dimasukan 5-7 spasi ke dalam : bila kutipan tersebut berupa alenia baru , baris pertamanya pun masuk beberapa spasi 

Misalnya :
……………………………………………………………………………………..

Suatu pikiran yang salah yang terbesar dengan luas sekali dikalangan orang banyak menggambarkan buku- buku sebagai benda – benda yang ta berjiwa,tidak efektif,serba damai yang pada tempatnya sekali berada dalam kelindungan – kelindungan sejuk dan ketenangan akademis dari biara – biara dan universitas – universitas dan tempat – tempat pengasingan dari yang lain yang jauh dari dunia yang jahat dan materialitis ini (sani, 1959 : 7 dan keraf, 1989 : 186)
kutipan tidak langsung 

Intisari pendapat seorang ahli , tokoh terkenal ataupun narasumber penulisnya dilakukan dengan cara berikut :

Kutipan itu dileburkan dengan dalam teks

Tidak diapit tanda kutip

Jarak antarbaris dua spasi seprti teks lainnya)

Menggunakan ungkapan menyatakan bahwa dan 

Sesudah kutipan dalam tanda kurang ditulis nama singkat pengarang tahun terbit dan nomor halaman sumber kutipan .
Misalnya :
Meski merupakan sesuatu yang konterversial , lebih – lebih dari segi agama sihir atau tenung masih hidup bahkan sangat dipercaya oleh sebagian orang. Dalam masyarakat jawa, sihir. Geertz (1983 :144) mengatakan bahwa sihir dapat dijumpai dalam praktik pengobatan yang dapat dilakukan oleh mereka yang ahli dibidangnya, seperti dukun.

Tugas mandiri 
Sebutkan dan jelaskan ada berapa jenis kutipan?

Tentukan kutipan dibawah ini dengan benar, Apabila Nunung mengutip pendapat nurudin yang dikutip dalam buku Imron Zaman , penulisan kutipan yang benar ?

Dalam buku jangan serahkan anak kepada pembantu halam 11 karya Imron Zamani yang terbit tahun 2008 terdapat kutipan berikut.

“ Anak, pada hakikatnya ,titipan tuhan .sebagai pemegang titipan tidak selayaknya orang tua menitipkan lagi sang anak kepada pembantu “ (nurudin, 2007)

PARAFRASAKAN PUISI

​MEMPARAFRASAKAN PUISI MENJADI PROSA
Pengertian Puisi

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang bentuknya tidak sama dengan prosa atau karangan biasa. Puisi terbagi ke dalam larik – larik atau bait . Pada puisi banyak terdapat kata – kata yang bermakna kias atau konotasi . Oleh karena itu isi atau tema puisi biasanya tersirat.
B. Ketentuan cara memparafrasakan puisi menjadi prosa

Bacalah atau dengarkan pembacaan puisi dengan saksama 

Pahami isi kandungan puisi secara utuh 

Jelaskan kata- kata kias atau ungkapan yang terdapat dalam puisi

Uraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk prosa dengan menggunakan kalimat sendiri.

Sampaikan secara lisan atau dibacakan .
Misalnya :
Menyesal

Pagiku hilang sudah melayang 

Hari mudaku sudah pergi 

Sekarang petang datang membayang 

Batang usaiku sudah tinggi
Aku lalau dihari pagi

Beta lengah dimasa muda

Kini hidup meracun hati

Miskin ilmu , miskin harta

Ah….. Apa guna kusesalkan

Menyesal tua tiada berguna 

Hanya menambah luka sukma 
Kupada yang muda kuharpkan 

Atur barisan dihari pagi

Menuju ke rah padang bakti
Setelah kita mendengarkan pembacaan puisi tersebut dapat kita parafrasa sebagai berikut :

Puis “menyesal” karya ali Hasyim menghisahkan seseorang yang menyesal masa mudanya tidak dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya . Ia lalai dengan lengah .kini dihari tuanya ia merasa miskin ilmu, miskin harta (tidak berilmu dan tidak mempunyai harta apa – apa).ia merasa tidak ada guna menyesali diri .akan tetapi , ia tidak berhenti dalam sesalnya . Ia bangkit mengajak generasi muda :atur barisan di hari pagi , menuju ke arah padang bakti.
Tugas Mandiri
Puisi dibawah tersebut silahkan kalian kerjakan dengan memparafrasakan puisi yang   tepat!
SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi 

Kau depanku bertundung surya senja

Di hitam matamu kembang mawar dan melati 

Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi,malam dalam mendoa tiba 

Meriak muka air kolam jiwa

Dan dalam dadaku memerdu lagu

Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku , pintu terbuka

Selama matamu bagiku menengadah

Selama kau darah mengalir dari luka

Antara kita mati datang tidak memblah…. (chairi Anwar )